Dosen UTU Beri Edukasi Pembuatan Akuaponik Rakit Apung Untuk Warga Lhok Seumot, Nagan Raya
  • UTU News
  • 17. 07. 2021
  • 0
  • 316

MEULABOH - UTU | Tim Pengabdian Berbasis Riset (PBR), Program Studi Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar (UTU) mengadakan pengabdian masyarakat.

Kegiatan tersebut berupa sosialisai akuaponik rakit apung berupa pemanfaatan wadah budidaya ikan. Pengabdian masyarakat ini berlangsung di Desa Lhok Seumot, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya. Meskipun berlangsung secara luring, tetapi dalam pelaksanaannya tetap mematuhi protokol kesehatan.

Selama ini hasil dari kegiatan budidaya yang dilakukan masyarakat di Desa Lhok Seumot hanya menghasilkan kecukupan protein berupa ikan, namun kebutuhan berupa vitamin, mineral dan serat belum tercukupi.

Tim Pengabdian Berbasis Riset yang didanai oleh Dana Internal Universitas Teuku Umar dan dikoordinasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM-UTU) Tahun Anggaran 2021 ini diketuai oleh Fazril Saputra, M.Si dengan anggota Yusran Ibrahim, M.Si.

“Pengabdian ini bertujuan untuk meremediasi air limbah wadah terpal ikan, sekaligus memanfaatkan kandungan senyawa organik yang terdapat di dalamnya untuk menumbuhkan tanaman air seperti kangkung yang dapat dikonsumsi masyarakat Desa Lhok Seumot." jelas Fazril

Seluruh peserta sangat antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan pengabdian yang digelar mulai Juni lalu. Selain itu dihadiri oleh masyarakat Lhok Seumot, kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Keuchik dan aparatur desa setempat.

“Kami berharap semoga dengan adanya kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi warga dalam memanfaatkan air limbah wadah terpal untuk budidaya tanaman dengan sistem Akuaponik rakit apung,” harap Fazril.

Teknologi akuaponik merupakan metode budidaya gabungan antara akuakultur dan hidroponik dalam satu wadah. Akuakultur adalah proses pemeliharaan ikan, sedangkan hidroponik adalah menanam tumbuhan dengan media tumbuh berupa air. Perpaduannya itu dengan memanfaatkan air limbah wadah bak terpal ikan yang kandungan senyawa organiknya cukup tinggi untuk menanam tumbuhan. Teknologi akuaponik sistem rakit apung merupakan modifikasi teknologi akuaponik yang telah digunakan untuk lebih mengefisienkan wadah budidaya ikan.

"Akuaponik rakit apung ini merupakan solusi untuk menghasilkan kecukupan kebutuhan protein, vitamin, mineral serta serat dalam satu wadah budidaya ikan." Lanjut Yusran Ibrahim.

Lanjutnya, harapannya setelah mengikuti pengabdian ini, masyarakat dapat menggunakan Sistem Akuaponik Rakit Apung untuk produksi ikan dan sayuran secara berkelanjutan. Tumbuhan yang sudah dicobakan dalam kegiatan PBR adalah tanaman kangkung, sedangkan ikan yang sudah dicobakan dalam kegiatan ini adalah ikan lele dan ikan gabus.

Kegiatan Pengabdian Berbasis Riset ini merupakan salah satu cara Universitas Teuku Umar untuk menyebarluaskan perkembangan ilmu kepada masyarakat Provinsi Aceh khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya. (Aduwina Pakeh).

Komentar :

Lainnya :