Mahasiswa KKN Kolaborasi UTU Lokasi Takengon Dibekali
  • UTU News
  • 29. 05. 2022
  • 0
  • 559

MEULABOH, UTU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Teuku Umar (UTU) yang akan ditempatkan di Kabupaten Aceh Tengah (Takengon), dibekali pengetahuan dan  pelepasan, di Aula Gedung Terintegrasi UTU, Sabtu, 28 Mei 2022. Pembekalan dan pelepasan mahasiswa KKN Kolaborasi itu, dilaksanakan oleh Pusat KKN dan Pemagangan LPPM UTU.

Pembekalan dan pelepasan KKN Kolaborasi dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UTU, Dr. Alfizar, DAA, dan dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),  Basri, SH., MH, Koordinator Pusat KKN dan Pemagangan UTU, Teungku Nih Farisni, SKM.,M. Kes, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) LPPM, Zafhuri, SKM. Acar dipandu oleh Devi Intan Chadijah, M.Sos.

Koordinator Pusat KKN dan Pemagangan UTU, Teungku Nih Farisni, SKM.,M. Kes menyampaikan, mahasiswa KKN Kolaborasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang akan berlangsung selama satu bulan, mulai 6 Juni s.d 6 Juli 2022, di Takengon itu adalah Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU), mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK), mahasiswa Universitas Malikussaleh (UNIMAL), dan mahasiswa Universitas Samudera (UNSAM). Peserta KKN kolaborasi dari UTU berjumlah 48 orang, yang terbanyak dari Program Studi (Prodi) Teknik Industri dan Prodi Sosiologi dengan jumlah peserta masing-masing 13 Mahasiswa.

Dr. Alfizar, DAA mengatakan, program ini merupakan KKN Kolaborasi perdana yang dilaksanakan di Aceh, berawal dari pengalaman dirinya ketika diskusi pimpinan pada saat menghadiri undangan KKN Kebangsaan di Jambi tahun 2021.  Saat itu Dr Alfizar saling bertukar pikiran dan memberi inspirasi dalam menggagas konsep KKN kolaborasi PTN. “Kita berharap program ini dapat terus berlanjut dan terus berimprovisasi dalam memberdayakan masyarakat”, ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dr Alfizar juga menyampaikan, banyak sekali contoh program yang dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan KKN kolaborasi, seperti pemanfaatan hasil alam seree wangi, markisa, alpukat dan kopi. “Tidak kalah penting adalah menjaga etika dan tutur kata ketika dilapangan nanti”.

Acara dilanjutkan dengan pemakaian jas almamater kepada perwakilan mahasiswa peserta yaitu Zul Mahendi dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). “ Moment ini sarat dengan makna, bahwa pemakaian alamamater adalah sebagai bentuk agar selalu menjaga dan membawa nama baik UTU saat berada di desa nanti”.

Koordinator KKN dan Pemagangan, Teungku Nih Farisni, SKM.,M.Kes juga menyampaikan materi  pembekalan mahasis KKN Kolaborasi. Materi yang disampaikan Teungku Nih Farisni yang juga Dosen FKM UTU antara lain terkait  tentang stunting yang sudah sangat-sangat ekspert dalam penerapan bebas Stunting di masyarakat. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan teknis keberangkatan, dimana UTU memberi suport biaya hidup, uang program dan antar jemput menuju Aceh Tengah menggunakan armada. Dalam kesempatan itu juga dijelaskan tentang penggunaan aplikasi SIKAMAGO oleh Muhajirin, ST (Tenaga Teknisi Korpus KKN), yang akan digunakan untuk mengisi log harian dan laporan akhir mahasiswa KKN Kolaborasi. (Pimred UTU News)

Lainnya :