Mahasiswa UTU Gelar Konferensi Berbagsa dan Bernegara Era Milenial Jilid V 2021
  • UTU News
  • 13. 01. 2021
  • 0
  • 327

NMEULABOH - UTU | Mahasiswa Universitas Teuku Umar dari Prodi Teknologi Informasi angkatan 2020 berkalaborasi dengan mahasiswa Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat menggelar kegiatan Konferensi Berbangsa dan Bernegara Era Milenial Jilid V, Sabtu, 9 Januari 2021.

Kegiatan yang digelar secara daring melalui zoom meetings ini diikuti sebanyak 100 peserta. Acara ini dibuka secara resmi oleh Dekan FKM UTU yang diwakili Wakil Dekan 1 FKM, Safrizal, SKM., M.Kes. Turut hadir dan memberi sambutan Ka. Prodi IKM, Fitrah Reynaldi, SKM., M.Kes, Dosen Pengampu Mata Kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan, Said Fadhlain, S.IP., MA dan Aduwina Pakeh, S.Sos., M.Sc dosen FISIP UTU, dalam hal ini mewakili redaksi Meulabohnews.com (media online berbasis lokal di Meulaboh).

Konferensi yang kelima ini mengusung tema “Meningkatkan jiwa persatuan dan kesatuan berbagsa dan bernegara di era covid 19 untuk menuju tatanan kehidupan baru” berlangsung sukses sebagaimana yang diharapkan, seluruh agenda dapat dilaksanakan meskipun sedikit terkendala di jaringan karena dilakukan secara daring.

Sebelum acara puncak digelar, panitia kolaborasi dari kedua prodi ini menampilkan kreasi dan inovasi seni dan budaya dari sanggar konferensi berbangsa dan bernegara. Selain itu juga menyanyikan lagu bunging seulanga dan musikalisasi puisi Teuku Umar.

Amelia Putri Sinaga, selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan bagi mahasiswa/I Teknologi Informasi dan Ilmu Kesehatan Masyarakat angkatan 2020. Acara konferensi ini sudah direncanakan sejak 3 minggu yang lalu yaitu pada bulan desember 2020 dan dilaksanakan pada 09 januari 2021.

Safrizal, S.KM., M.Kes dalam sambutannya mengatakan acaranya ini sangat luar biasa, selain digelar oleh mahasiswa swcara daring juga karena topik yang diangkat adalah sesuatu yang besar yaitu berkaitan dengan negara dan bangsa.

Berbicara tentang negara dan bangsa indonesia, ini cakupannya sangat luas, kita memiliki potensi besar dan kaya dan juga memiliki keuntungan-keutungan demografi dengan posisi strategis diantara jalur-jalur distribusi baik itu secara nasional maupun internasional dengan memiliki sumber daya yang ada dan melimpah ruah yang sangat kita ketahui itu diberkahi oleh Alllah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

"Jadi sangat tepat apabila memang kita dijuluki sebagai the wining region ataupun kawasan pemenang karena negara ini merupakan negara yang memang segala-galanya ada berbagai macam  bentuk, bahkan dari sudut pandang, struktur, budaya dan sebagainya juga kita kaya, tidak hanya dengan hanya sekedar sumber daya alamnya saja." Papar Wakil Dekan 1 FKM ini.

Lanjutnya, Indonesia pada dasarnya itu merupakan negara yang memiliki beberapa perbedan dari segala bidang. Keaneka ragaman baik dari suku, agama, budaya maupun golongan itu sangat memudahkan kita untuk memicu terjadinya distegrasi bangsa oleh karena itu jika kita tidak mampu mengendalikan, tidak mampu mengnahkodainya  maka  dalam bentuk kekayaan yang diebrikan oleh Allah  SWT tersebut tidak ada manfaatnya bahkan menjadi  mudarat bagi kita.

Namun demikian, hadirnya kaum milenial yang creative, inovatif dan berdaya saing tinggi ini diharapkan akan mampu memersatukan bangsa dan menjaga Indonesia dari perpecahan.

"Oleh kari itu, mari kita jaga, rawat dan pelihara nilai-nilai pancasila didalam kehidupan kita sehari-hari. Kami mengapresiasi karena telah dilaksanakannya acara yang sangat penting ini sehingga dapat menjadi majelis ilmu yang sangat bermanfaat bagi kita dan juga merupakan salah satu aplikatif dari pada pengetahuan-pengetahuan yang kita dapatkan jadi bisa kita sebutkan dengan jelas sebab kreatifitas, sebuah inovasi  metode pembelajaran yang bagus." Tututpnya.

Semnatara itu, Fitrah Reynaldi sebelumnya dalam sambutannya menyampaikan bahwa, acara hari ini konferensi berbangsa dan bernegara era milineal jika melihat judulnya bahwasanya dalam berbagsa dan bernegara, baik itu tentang masa lalu maupun di era milenial, sebenarnya kita tidak terlepas dari nilai-niali pancasila itu sendiri.

"Tentu saja dari sila-sila pancasila, nilai-nilainya itu tetap melekat walaupun kita hidup dizaman modern ini yang serba canggih. Dari kelima sila-sila itu kita tidak boleh melupakan hal tersebut, itu pondasi kita dalam berbangsa dan bernegara." Terangnya.

Dibagian lain, Adwina Pakeh M.Sc selaku pimred Meulabohnews.com menyampaikan apresiasi mendalam kepada dosen pengampu dan para maahasiswa atas suksesnya acara ini. Konferensi  berbangsa dan bernegara  era milenial jilid V, yang secara konsisten terus dilakukan walaupun saat ini ditengah kondisi  pandemi covid 19 namun tidak menghalangi niat dan inovasi yang dijalankan, sehingga kegiatan yang bermanfaat ini tetap bisa dilaksanakan."

Acara seperti ini sangat besar manfaatnya sangat bagus, apalagi berbicara tentang berbangsa dan bernegara di era milenial di mana para generasi  kita ini menyikapi perbedaan, bagaimana menyikapi informasi yang beredar sehingga dapat  membuat bangsa dan negara ini bersatu tidak terpecah belah.

Puncak kegiatan webinar diisi pemaparan materi oleh Said Fadhlain, S. IP., M.A selaku narasumber utama, dimana membahas tentang “Meningkatkan jiwa persatuan, dan kesatuan, berbagsa dan bernegara di era covid 19 untuk menuju tatanan kehidupan baru”, Kalaborasi Prodi Teknologi Informasi dan Ilmu Kesehatan Masyarakat angkatan 2020 Universitas Teuku Umar. (Aduwina Pakeh / Humas UTU). 

Komentar :

Lainnya :