Teliti Terumbu Karang, Mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan Lakukan Monitoring di TWA Kepulauan Banyak
  • Program Studi Ilmu Kelautan
  • 25. 01. 2021
  • 0
  • 972
  • MAHASISWA

Sebanyak satu orang mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar (UTU) mengikuti kegiatan monitoring sumber daya laut di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Mahasiswa atas nama Silfia Ramadia tersebut terlibat bersama 16 peneliti lainnya yang berasal dari Pusong Diving Club – Aceh Barat Daya, Universitas Syiah kuala dan Wildlife Conservation Society Indonesia Program. Kegiatan monitoring ini diselenggarakan atas kerjasama FPIK UTU, BKSDA Aceh dan Wildlife Conservation Society Indonesia Program yang melibatkan setidaknya 17 orang peneliti yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan seperti ekologi terumbu karang dan ikan karang, ekologi padang lamun, ekologi mangrove serta sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Kegiatan monitoring berlangsung selama tujuh hari yakni 18-25 Januari dimana para peneliti yang terlibat melakukan pengamatan secara keseluruhan terkait ekologi laut dan pesisir serta aktifitas sosial dan ekonomi masyarakat pesisir di Kepulauan Banyak.

Kawasan Konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Kepulauan Banyak merupakan sebuah gugusan pulau-pulau dan perairan yang terletak di Samudera Hindia bagian barat Pulau Sumatera, tepatnya di Wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Secara geografis, TWA Kepulauan Banyak berada pada koordinat 2˚00’ 00’’ Lintang Utara – 02˚ 22’ 12’’ Lintang Utara dan 97˚ 06’ 34’’ Bujur Timur - 97˚ 28’ 13’’ Bujur Timur. Berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia nomor SK 103/MenLHK-II/2015 tentang perubahan atas keputusan Menteri Kehutanan nomor SK 865/Menhut-II/2014 Tanggal 29 September 2014 Tentang Kawasan Hutan Dan Konservasi Perairan Provinsi Aceh, TWA Kepulauan Banyak memiliki luas sekitar 255.585,39 hektar, dengan luas perairan mencapai 228.182,86 hektar (89,3% dari luas kawasan) dan luas daratan mencapai 27.402,53 hektar atau 10,7% dari luas kawasan. Besarnya proporsi perairan dan karakteristik dasar kawasan sebagai wilayah kepulauan menyebabkan TWA Kepulauan Banyak juga sering disebut sebagai TWA Laut yang terpadu dengan kawasan konservasi darat. (SB)

Komentar :

Lainnya :